SEKILAS INFO
: - Wednesday, 20-10-2021
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1441 H. Stay Home Stay Safe!
  • 3 tahun yang lalu / Ayo kita mulai bergelut dengan aplikasi K13 kembali,selamat berpusing ria.
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Tahun baru 2018, semoga semua cita-cita yang belum tercapai di tahun 2017, bisa menjadi kenyataan di tahun ini….
Kategori :
Sayap-Sayap Patah

Membaca Sayap-sayap patah seperti di lontarkan ke dunia tanpa jendela.  Bahkan kalau jendela itu ada, maka jendela itu tertutup sangat rapat dan tak bisa di buka. Karena di gembok dari luar oleh tangan-tangan tak kasat mata.  Takdir yang mematahkan sayap-sayap asa sepasang kekasih tak bisa di tolerir. Tapi untuk memberontak, tak punya cela. Bagai makan buah simalaka. Dimakan kekasih mati, tak di makan hati hancur tak terperih.

Sayap-sayap patah adalah kisah kasih tak sampai sang penulis, Kahlil Gibran. Baik pada gadis perancis pujaannya ataupun gadis Lebanon belahan jiwanya. Dan ketika gadis Lebanon itu di paksa menikah demi keamanan dan kehormatan keluarga, Gibran hanya bisa berduka. Duka tak terperih, karena kasih sejati tak terganti.

Kahlil Gibran melukiskan duka dan cita percintaanya dengan penyelasaian yang khas, kemurungan puitis, kehalusan budi, dan kedalaman falsafi yang liris, mengiris, sendu mendayu dan berurai airmata. DI mana-mana perpisahan akan meninggalkan duka. Dan Kahlil Gibran bergelut dengan kedukaannya itu dengan menulis sebuah buku. Dan buku yang judul aslinya Al-Ajnihah al-Mutakassirah telah berhasil menduduki daftar verst seller dunia dalam kurun waktu yang lama.

“Kesendirian memiliki tangan-tangan sutra yang lembut, namun dengan jari-jarinya yang perkasa, ia meremas jantung dan membuat si empunya jantung menderita karena duka. Kesendirian adalah himpunan duka cita, kesendirian juga sekumpulan puji-pujian yang membumbung tinggi mencapai nirwana…. ” Kahlil Gibran dalam Sayap-sayap Patah

Materi Sebelumnya75 Pemimpin Wayang Inspiratif Materi Berikutnya30 Kisah Teladan